Rasa

Sabtu, Januari 19, 2013 Atika Nugraheni 0 Comments


Rasa

__Winda

Sudah hampir sepuluh bulan sejak aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku denganmu. Aku tidak pernah bertemu dengan kamu, aku tidak pernah menelponmu, dan apapun yang berhubungan dengan kamu sejak saat itu sudah aku stop. Tapi aku masih sayang kamu, Sat. Aku masih hapal kebiasaan-kebiasaanmu, bahkan semua tentang kamu masih tercetak jelas di memoriku. Aku masih ingat kamu suka jus alpukat, aku masih ingat kamu suka warna biru langit, dan apa saja aku masih ingat. Kalau sedang sendirian, aku biasa memperhatikan telepon genggamku, membaca lagi beberapa pesan darimu yang tidak satupun ada yang kuhapus-atau berharap namamu muncul kembali di layar, menggetarkan teleponku dengan lagu cinta favorit kita berdua. Jika aku punya daya untuk memutar waktu, aku ingin kembali menarik kata-kataku bahwa akku tak ingin bersamamu lagi. Aku ingin, aku dan kamu memulai lagi kisah yang baru. Aku ingin kita kembali dekat, tetapi semuanya sudah terlambat. Haruskah aku tetap berharap?

__Dino

Seumur hidupku, aku tak pernah jatuh cinta. Tetapi ketika pertama kali melihatnya, rasanya ada sesuatu di dalam dirinya yang membuat ritme jantungku berantakan, kacau. Namanya Winda. Setiap kali bertemu dengannya dan dia menyapaku, ada perasaan super asing yang menyergap dadaku yang entah bagaimana caranya seolah olah membekukan aliran darahku. Aku selalu rela membuang waktuku hanya untuk menunggunya pulang lalu aku memperhatikan semua yang ia kenakan, tasnya, sepatunya, bajunya. Ah, aku selalu suka apapun yang ia pakai. Meskipun sebenarnya aku tahu dia tak pernah mengerti bahwa aku memperhatikannya, menyukainya, dan hingga akhirnya aku mencintainya (diam diam). Aku hanya ingin dekat.  Aku tak peduli dia akan mencintaiku juga atau tidak. Yang jelas aku hanya ingin dekat. Itu lebih dari cukup.

__Natasha

Aku merawatnya sebisaku saat kala itu kamu pernah demam tinggi. Aku menerabas hujan hanya untuk membelikanmu obat. Aku khawatir bukan main, baru sekali ini aku melihatmu begitu lemah. Aku mendoakan kesembuhanmu. Asal kamu tahu, kala itu aku mendoakanmu, di atas doa doaku sendiri. Lalu saat kamu sembuh, kamu mati matian berterimakasih kepadaku, lalu kamu mengajakku jalan jalan menikmati kota dan pada akhirnya kamu membelikan es krim cokelat kesukaanku. Sejak dekat denganmu sebagai sahabat, aku justru menemukan perasaanku yang lain untukmu, Dino. Kamu lucu, perhatian, sabar. Seketika aku sadar, aku menemukan semua kriteria pria ideal yang aku cari selama ini di dalam dirimu. Aku suka caramu diam. Kadang kadang, saat aku memperhatikanmu saat sedang diam, diam-diam aku bicara dalam hati-seolah olah mengatakan semuanya kepadamu: Aku cinta kamu, Dino. Aku selalu mengatakannya dengan segenap perasaanku, semoga saja suatu hari kamu benar benar bisa mendengarnya dengan perasaanmu sendiri. Kini, dekat denganmu adalah kebahagiaan sunyi yang terus membuatku berani bermimpi.

__Satya

Harus dengan cara apa lagi aku membohongi diriku sendiri? Harus dengan cara apa lagi aku menolak rasa cintaku kepada Dianita? Semakin lama aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa pelan pelan aku jatuh cinta kepadaa Dianita. Ketika pertama kali mengenalnya, sejujurnya aku tidak menyukainya. Penampilannya sembarangan dan bahkan aku merasa kalau dia itu autis, asyik dengan kehidupannya sendiri. Tetapi semakin dekat aku mengenalnya, semakin aku menemukan kecantikannya, terlebih kecantikan hatinya. Sejak saat itu aku mulai mengaguminya, perasaan yang belum pernah kumiliki pada perempuan mana pun. Dimulai dari rasa kagum, lalu aku pun mulai mencintainya, Barangkali, Dianita bukanlah perempuan yang paling sempurna, tetapi bagiku dia adalah perempuan yang paling tepat untukku. Aku meyakininya, seperti perasaan yang selalu membuatku ingin dekat dengannya. Sayangnya, dia sudah punya pacar.

__Dianita

Satya menyatakan perasaannya padaku. Sejujurnya selama ini aku juga menyukainya. Tetapi aku sudah terlanjur menerima Firman. Tuhan, semoga Engkau mendekatkan semua manusia pada jodohnya-semua rahasia perasaan pada jawabannya. Engkau yang mengatur segalanya dan Engkaulah yang mempertemukan dan mempersatukan semua manusia dengan pasangannya. Di atas semua keinginan dan kehendakku, aku mempercayakan semuanya pada pilihan-Mu: Dan semoga semua perasaan baik baik saja.

Di atas semua cerita, jodoh bukan melulu soal perasaan. Semoga Tuhan menyembuhkan semua hati yang terluka.

You Might Also Like

0 komentar: