Berkorban?

Rabu, Januari 09, 2013 Atika Nugraheni 0 Comments


Berkorban?
Pernahkah? Pernahkan anda berkorban untuk sebuah cinta? Cinta apa saja. Cinta kepada Tuhan. Cinta kepada makhluk Tuhan. Apa saja. Pernah? Atau anda masih bingung dengan apa yang saya maksudkan? Baik.
Seorang manusia pasti pernah mencintai. Misalnya saja, mencintai sesamanya. Lelaki mencintai wanita  begitu juga sebaliknya wanita mencintai lelaki. Ketika anda mulai mencintai seseorang, kisah cinta anda tidak akan semulus kisah cinta di negeri dongeng yang mana anda sudah bisa dipastikan akan mendapatkan akhir cerita yang bahagia. Sempurna. Kisah yang demikian memang bisa juga ditemukan di dunia nyata ini, tetapi cobalah lihat sudut gelap di ujung sana. Lihat lebih jelas lagi. Tidakkah anda menemukan banyak orang yang merasakan getirnya cinta? Kebanyakan mereka menganggap mereka sudah berkorban terlalu banyak demi sebuah cinta tapi pada akhirnya mereka hanya mendapatkan kekecewaan. Mereka menganggap mereka sudah melakukan apapun demi orang yang mereka cintai. Katanya mereka sudah membuat orang yang mereka cintai senantiasa bahagia. Katanya mereka sudah membuat orang yang mereka cintai selalu nyaman dengan kehadirannya. Lalu, apa yang mereka lakukan ketika mereka tahu jika mereka bukanlah orang yang benar benar dicintai oleh orang yang mereka cintai? Mereka kecewa. Mereka sangat kecewa. Itu manusiawi. Tapi selain kecewa mereka juga marah. Pada akhirnya mereka meninggalkan cintanya itu, mengacuhkan cintanya bahkan tidak hanya cintanya mereka juga mengacuhkan orang yang dicintainya.
‘Aku tulus mencintai kamu. Aku sudah berkorban teramat banyak demi kamu bahkan aku sudah mengorbankan semua kebahagiaanku, itu semua demi kamu !! Tetapi kenapa kamu tidak menerimaku?’
Ini yang dinamakan sebuah ketulusan? Apakah ini yang dinamakan sebuah pengorbanan jika pada akhirnya ada sebuah pengharapan? Ah, tapi bukankah sebuah cinta selalu memiliki sebuah pengharapan?
Beberapa cinta memang berakhir tak berbalas. Beberapa cinta memang tidak berakhir indah. Beberapa cinta memang selalu bertepuk sebelah tangan. Dan beberapa cinta yang hebat memang harus bertahan sampai sekarat. Tapi renungkan lagi, ketika anda sudah merasa berkorban demi sebuah cinta, pada saat sama anda harus meragukan ketulusan cinta yang anda miliki. Cinta yang sebenar benar cinta tidak pernah mengenal kata pengorbanan. Cinta tidak butuh pengorbanan. Yang membutuhkan sebuah pengorbanan adalah hal lain yang sudah pasti bukan cinta. 

You Might Also Like

0 komentar: