Sewengi,Semalam

Selasa, Juni 12, 2012 Atika Nugraheni 0 Comments


Sewengi, Semalam

Semalam saja dan kesedihan yang larut di dalam aliran darah pekat akan menguap perlahan lahan, kerinduan yang mengapung di ruang hati yang kosong segera terbalaskan, beban yang seolah olah selalu muncul dari balik lubang pori akan sirna dan dendam yang pernah mengeraskan sekaligus membutakan hati  perlahan lahan terlupakan.

Cukup semalam dan kita akan mendapatkan semua hal tentang kebahagiaan tanpa terkecuali
Hanya butuh semalam untuk mengeratkan genggaman, menguatkan ukhuwah, mengenal satu sama lain, menanamkan cinta, mengikrarkan persahabatan, menghapus rindu. Yakinlah, semuanya hanya butuh semalam. Kita tak butuh hitungan hari, bulan, apalagi tahun.

Semalam saja
Dan makna rumit mengenai sebuah kebersamaan akan terurai seiring dengan senyum yang terkembang, tawa yang lepas
Dan sebuah pemikiran tentang kesendirian akan terhapus, musnah. Kita bersama sama, kita tak hidup hanya dengan bayangan kita, sekali lagi kita bersama sama. Selalu ada yang siap menguatkan hati yang lemah, selalu ada yang bersedia meminjamkan bahu, selalu ada yang akan menghapus air mata, selalu ada yang akan meneriakkan semangat ketika kaki kaki kecil itu mulai berhenti berlari, selalu ada..

Semalam saja
Dan beberapa hal ini akan kita temukan dengan mudah
Senyum, perkenalan, jabat tangan, nama nama baru, canda tawa, romantisme, cerita, cinta lama yang bersemi lagi, kenangan lama yang tersingkap, rindu yang terbalas, wajah wajah yang menyimpan cerita, tatapan penuh harap, berbagi, rasa nyaman, semangat, kehangatan, kebersamaan yang indah, keengganan untuk mengakhiri.

Untuk semalam saja,
Kita adalah teman, kita adalah sahabat, dan kita adalah saudara
Hapus dulu dendam, hapus dulu rasa benci, hapus dulu semua hal yang pernah menyakiti, hapus dulu luka masa lalu
Lalu tersenyumlah kepada setiap orang tanpa peduli siapa dia, tanpa mengingat ingat kesalahan masa lalunya yang begitu membuat kita merasa sakit hati. Tersenyumlah dengan tulus. Tersenyumlah seolah olah itu adalah senyum terakhir yang bisa diberikan kepada makhluk Tuhan yang bernama manusia.
Anggap saja belum ada cerita yang tertulis di lembaran hati masing masing antara aku, kamu, dia, kita semua
Anggap saja kita baru akan menuliskan cerita dan semua cerita yang akan kita tulis adalah cerita indah yang tanpa akhir, episode tak terbatas
Ketika semua hal itu sudah dilakukan, dimulai dari malam itu kita akan menggenggam apa itu yang disebut kebahagiaan, kebahagiaan yang ikhlas tanpa embel embel apapun, di sini. 

You Might Also Like

0 komentar: