Pengamen

Sabtu, Februari 01, 2014 Atika Nugraheni 0 Comments

Pengamen yang Ngefans SLANK

Kata orang-orang, pengamen itu mengganggu. Katanya, kebanyakan pengamen itu suaranya sumbang, fals sana sini, tapi masih nekat nyanyi. Belum lagi penampilan yang sembarangan ditambah dengan poni lempar. Ah, semakin mengganggu pemandangan.
Yanto sudah satu tahun jadi pengamen. Dia ngamen di daerah kampus, seringnya sih di tempat-tempat makan. Dia sudah biasa dicaci maki. Biar saja dibilang suaranya sumbang, biar saja dibilang nyanyinya fals, kenyataannya memang demikian. Yang penting kan bisa makan pagi, siang, malam dari recehan yang dia kumpulkan. Yang lebih penting lagi, itu uang halal. Kata ibu dan bapaknya yang sudah meninggal satu tahun yang lalu, mendingan tidak makan daripada makan dari uang haram. Jadi orang susah cukup di dunia saja, di akhirat jangan sampai.
‘I miss you but I hate you, my girl… ♪♪♪
Yanto anak Slankers. Dia hapal semua lagu Slank. Bagi Yanto, Slank itu keren. Lagu lagunya tidak ada yang alay seperti band-band murahan jaman sekarang yang kebanyakan hanya tenar sebentar. Setiap ngamen, dia selalu membawakan lagu Slank. Mulai dari I Miss You but I Hate You sampai Ku Tak Bisa. Sayangnya, mbak mbak sama mas mas mahasiswa lebih suka lagu Korea dan lagu Mancanegara, lebih milih Super Junior daripada Slank, lebih suka Paramore sama AKB48 daripada Slank. Sedih ya jadi Slankers. Tapi ini belum apa-apa dibandingkan dengan Sahabat Kangen. Baru menyebutkan nama vokalisnya saja sudah diketawai habis-habisan. Sakit. Lebih sakit lagi karena recehan yang terkumpul di bekas bungkus permennya hanya beberapa.
Sekarang, Yanto punya lagu What’s Make You Beautiful-nya One Direction di hape China-nya. Kemarin minta sama mbak-mbak warteg yang kebetulan ngefans berat sama One Direction. Mbak-mbak warteg itu suka banget sama Zayn Malik. ‘Gantenge ora patut’ katanya. Duh, Yanto kalah sama mbak-mbak warteg. Yang dia tahu hanya Kaka, penyanyi dalam negeri yang dia kagumi sampai nanti.
Menghafalkan satu bait reff berbahasa Inggris itu ternyata susahnya luar biasa. Susah juga ya ngefans sama boyband luar negeri. Mending ngefans sama Slank, sekali dengar suaranya Kaka, Yanto bisa langsung hafal liriknya. Sudah seminggu penuh Yanto hafalan lagu manca. Tapi dasar lidah Jawa, mengucapkan kata-kata dengan Bahasa Inggris bikin lidahnya kesleo.
Kali ini, dengan gitarnya, Yanto tidak lagi menyanyikan lagu Slank dalam ngamennya. Sekarang Yanto akan menyanyikan lagunya One Direction-What’s Make You Beautiful. Sungguh mati, Yanto tidak mengerti apa arti lirik lagu ini.
‘You don’t know you beautiful oh oh that what’s make you beautiful..♪♪
Prok prok prok…baru kali ini Yanto dapat tepuk tangan. Tepuk tangan ini bukan untuk suaranya, dia sadar diri kalau suaranya sumbang. Ternyata, beberapa yang ada di tempat makan tempat Yanto ngamen itu adalah fans-fansnya One Direction. Tanpa perhitungan ini itu, mereka langsung memasukkan uang ke dalam plastik bungkus permen miliknya. Kali ini bukan hanya receh yang Yanto dapatkan, ada lembaran uang lima ribuan juga. Otaknya sudah melayang ke nasi padang. Sudah lama sekali Yanto tidak makan nasi padang dengan rendang. Terimakasih One Direction.
Besok besok, Yanto mau belajar menghafalkan lagunya Super Junior. Kata mbak-mbak warteg yang ngefans sama One Direction, banyak mbak-mbak mahasiswa yang ngefans sama boyband Korea ini. Ah, kenapa tidak ngefans sama SM*SH saja sih? Yanto kan jadi tidak perlu susah-susah menghafalkan bahas Korea.
‘Kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu…”
Playlist lagu ngamennya sudah jauh dari lagu Slank. Tapi bukan berarti Yanto tidak cinta lagi sama Slank. Bagi Yanto, Slank masih nomer satu di hatinya.
Pengamen (part 2)
Ini masih tentang Yanto. Sekarang Yanto punya saingan. Bukan para pengamen. Kalau pengamen, semuanya sih teman Yanto. Saingan Yanto lebih keren seratus kali lipat dibandingkan Yanto. Penampilannya lebih bersih, pakaiannya lebih bagus, suaranya lebih oke. Dan yang bikin Yanto semakin kalah telak, saingan Yanto ini datangnya rombongan, tidak seperti Yanto yang selalu ngamen sendirian. Playlist lagunya bukan hanya What’s Make You Beautiful-nya One Direction ataupun Mr.Simple-nya Super Junior. Mereka hafal lagu-lagunya Maroon 5, Rihanna, Secondhand Serenade, Paramore, SHINee, Boa dan masih banyak lagi. Mbak-mbak warteg tempat Yanto minta lagu baru bahkan tidak kenal penyanyi-penyanyi itu.
Belakangan, Yanto baru tahu kalau mereka itu adalah mahasiswa yang sedang ‘danus’. Apa itu danus? Entahlah, yang jelas mereka sekarang jadi saingan Yanto. Aih, mahasiswa kan orang pintar-pintar, kok mau-maunya ikut-ikutan cari uang dari ngamen.
Yanto kalah sama mahasiswa. Tidak ada lagi nasi padang rendang, setidaknya sampai tidak ada danus-danusan. Yanto pindah lapak, dari yang biasanya di tempat makan menjadi di sepanjang Jalan Pahlawan. Di sini, persaingan lebih keras. Setiap hari harus kasih jatah ke abang-abang bertampang preman. Nasib-nasib. Kalau begini, kapan bisa makan nasi padang lagi?

‘Terlalu manis untuk dilupakan, kenangan yang indah bersamamu tinggalah mimpi ♪♪

You Might Also Like

0 komentar: