Referensi
abal-abal sudah terkumpul lumayan banyak. Hasil download seharian itu saya
jadikan satu di dalam sebuah folder yang saya namai ‘Lelah Pikiran Adek Bang’.
Saya katakan referensi abal-abal karena ini hanyalah skripsi-skripsi terdahulu
dengan judul yang sama dengan yang akan saya ambil, hanya berbeda objek
penelitian saja. Mulai dari sini, niat busuk saya sudah mulai tercium kan? Iya,
saya akan membaca semua referensi itu, membandingkan satu sama lain, kalimatnya
dicampur-campur, lalu saya ketikkan lagi di dokumen saya sebelumnya yang hanya
bertuliskan ‘BAB 1’. Mental saya sudah rusak. Untuk kesekian kalinya, saya
merasa kasian dengan tanah air saya. Indonesia, buang saja saya ke luar
angkasa.
Saya tidak tahu
harus mulai menulis dari mana. Lembar halaman Ms.Word saya masih bersih. Teman
saya menganjurkan untuk menulis judul terlebih dahulu, isinya bisa dipikirkan
nanti. Ada benarnya juga saya pikir. Lalu dengan font yang ukurannya sengaja saya besarkan, saya mengetikkan BAB 1. Di
dalam BAB 1, saya harus menuliskan latar belakang, rumusan masalah dan segala
hal yang sebenarnya tidak terlalu saya mengerti. Tidak seperti tulisan-tulisan
yang biasa saya buat, tulisan ilmiah semacam ini benar-benar berhasil membuat
saya hampir gila. Satu kalimat pun tidak bisa saya rangkai meskipun saya sudah berjam-jam
duduk di depan laptop sambil membaca referensi-referensi abal-abal. Musik yang
saya putar pun rasa-rasanya sudah habis ber-album-album. Saya meragukan
kemampuan otak saya. Latar belakang saja saya tidak bisa membuatnya dengan
baik. Yang model begini kok minta lulus cepat. Yang otaknya begini kok pengen
jadi sarjana. Bisa semakin rusak negara Indonesia.