Tentang Sebuah Pertemuan Kembali

Senin, Maret 03, 2014 Atika Nugraheni 0 Comments

Tentang Sebuah Pertemuan Kembali

Bertemu kembali orang-orang lama. Masing-masing barangkali bertanya-tanya ‘masih ingatkah dengan saya?’. Tentu. Tubuh kita memang bukan lagi tubuh milik seorang anak SMP berusia 13-15 tahunan, yang kecil, yang rambutnya keriting, yang cupu. Tapi ini bukan kisah drama Korea atau sinetron Indonesia, berpisah 5 tahun saja wajahnya sudah jauh beda, dari yang tadinya tidak ada potensi cantik mendadak luar biasa mempesona. Wajah-wajah kita rata-rata masih sama. Hanya sedikit lebih tua. Lihat saja jenggotnya, lihat saja kerutan kecil yang tampak disekitar kelopak mata. Umur tidak bisa disangkal.

Nostalgia selalu menjadi tema utama. Yang lampau kadang memang terasa lebih manis saat dikenang. Hingga kadang, ingin sekali lagi terulang kalau bisa dua kali. Dulu, beberapa dari kita barangkali setiap harinya selalu merindukan menjadi orang dewasa, bukan anak SMP yang berseragam putih-biru. Sekarang kita hampir melewati semua proses untuk menjadi dewasa. Kita sudah pernah menjadi anak SMA, berseragam putih-abu abu yang perlahan mulai mengagungkan kebebasan atas nama anak muda. Lepas SMA, jalan yang kita lewati barangkali tak lagi sama. Ada yang melepas masa lajangnya, ada yang bekerja agar kaya, ada yang tak bosan-bosannya menjadi siswa demi gelar sarjana, bahkan ada yang menghilang sama sekali. See, tanpa diminta, waktu bahkan terlalu cepat menjadikan kita sebagai manusia dewasa yang sempurna.

Perubahan itu pasti. Dengan sebegitu banyak langkah yang telah kita tapaki di bumi, mana mungkin kita masih menjadi orang yang sama seperti 5 tahun silam. Bertemu kembali dengan segala resiko perubahan yang ada. Menebak-nebak ‘masihkah dia seperti yang saya kenal dulu?’ bisa membuat sedikit resah.

Delapan orang yang dulunya pernah berjalan bersama-sama untuk kemudian terpisah sekian lama sekarang berkumpul dalam satu forum. Satu sama lain barangkali saling mengamati. Dalam hatinya bisa jadi sedang membicarakan masing-masing ‘kok dia jadi gendut ya’ ‘wah, sekarang dia udah dandan’ ‘cie yang sekarang jadi jenggotan’ ‘masih kurus aja dia sampe sekarang’ ‘buseet, masih cerewet aja ya’ . Canggung? Bisa jadi iya, bagaimanapun kita sudah lama tidak berjumpa. Sekian tahun, masing-masing orang berkumpul dengan orang-orang dengan pemikiran yang berbeda, hidup di lingkungan yang berbeda.

Pembicaraan tentang cinta mendadak menjadi menarik. Usia usia dua puluhan memang sedang memasuki masa-masa ‘males kerja/kuliah pengen nikah aja’. Dimanapun sama. “Sekarang sama siapa? Koleksi mantan sudah berapa? Mau nikah kapan?” menjadi pertanyaan favorit dalam forum reunian. Yang jomblo serasa ingin mati saja kalau sudah dihadapkan pada pertanyaan demikian. Sebaliknya, yang sudah menggandeng seseorang, muka-mukanya justru terlihat excited saat ditanya ‘Mau nikah kapan?’. Nikah urusan nanti, yang jelas sekarang saatnya untuk menikmati pertemuan ini kembali sebelum masing-masing pergi lagi dan sulit ditemui.

Pertemuan dengan orang lama selalu penuh cerita, bahkan penuh tawa. Atmosfernya masih sama seperti 5 tahun yang lalu. Masih hangat, masih konyol bahkan lebih konyol, masih terlihat layaknya anak-anak SMP yang belum penuh dengan kekhawatiran-kekhawatiran duniawi.

Bersyukurlah karena ternyata kita tidak berubah banyak. Bersyukurlah karena ternyata kita masih menjaga kepingan-kepingan kenangan masa lalu dengan baik. Bersyukurlah karena kita masih ada keinginan untuk kembali menjumpai setiap tokoh yang sempat mengisi hari-hari kita beberapa tahun yang lalu, tokoh yang sedikit banyak memberi cerita disetiap berubahnya waktu.

Haruskah kita berpisah lagi? IYA.  Berpisah untuk kemudia bertemu lagi tidaklah menjadi sebuah masalah bukan? Di belahan dunia yang ini, tidak ada waktu yang berputar menjadi teramat lama.

See you soon guys. Great to meet you all.



You Might Also Like

0 komentar: