Suwung, Lebih Dari Apapun !

Rabu, September 24, 2014 Atika Nugraheni 0 Comments

Suwung, Lebih Dari Apapun !

Jumlah waktu luang saya terlalu berlebihan. Saya tidur melebihi jam tidur orang-orang kebanyakan. Melek sampai pagi untuk kemudian tidur sampai sore. Kalaupun saya tidak menghabiskan waktu dengan cara memejamkan mata, kerjaan saya paling hanya membaca novel. Satu novel habis dibaca beberapa jam saja. Setelah itu, saya paling menonton stok drama Korea yang tersimpan di hardisk laptop. Menangis kalau kebetulan membuat sedih, tertawa kalau sekiranya lumayan pantas untuk ditertawakan. Sambil sesekali membayangkan andaikan perjalanan hidup saya semanis tokoh-tokoh di drama Korea. Hidup awut-awutan tapi ujung-ujungnya ada pria tampan nan kaya jatuh cinta padanya. Huh. Mana ada di dunia nyata. Drama habis ditonton, saya berbaring lagi. Menerawang langit-langit kamar dan beberapa saat kemudian saya sudah tertidur pulas. Dan ketika saya tidur, saya bahkan lupa kalau saya belum makan seharian.
Saya kok parah sekali. Teman-teman saya bahkan sudah melakukan kegiatan sejak pagi hari. Minimal, tidak hanya tiduran di kasur kost lah, entah itu travelling, menghadiri acara ini itu, sharing-sharing dengan teman kampus, atau sekadar makan bersama. Anehnya, saya tidak begitu antusias melakukan hal-hal yang demikian. Saya justru menyukai saat-saat sendirian di dalam kamar lebih dari apapun.  Jangan membayangkan kalau saya adalah orang yang terlihat begitu aneh mengingat saya yang jarang keluar kamar dan bersosialisasi dengan banyak orang. Setidaknya saya masih bisa berkomunikasi dengan sesama kok, sedikit-sedikit.
Waktu luang saya terlampau banyak. Bukan karena saya tidak ingin melakukan kegiatan-kegiatan seperti yang lainnya. Bukan. Melainkan saya adalah tipe orang yang harus melakukan segala sesuatu sesuai dengan apa yang saya sukai. Saya tidak suka nganggur, tapi saya lebih tidak suka lagi kalau saya harus melakukan hal-hal yang bahkan tidak saya sukai.

Oh iya, saya suka travelling. Kalau saja saya sedikit pintar dalam mengingat jalan, mungkin saya sudah pergi kesana-sini sendirian. Saya akan tidur lagi. Tapi saya akan menghilangkan rasa kantuk saya jauh-jauh kalau ada yang mau mengajak saya menjelajah. Bagaimana? Ada yang bersedia mengajak saya berjalan-jalan? 

0 komentar: